Sabtu, 14 Juni 2025

Kuliah Ilmu Hukum: Ilmu Hukum dan Ilmu Hukum Islam

Kuliah Merdeka

Jurusan Ilmu Hukum


Alihkan ke: Kurikulum Masa Depan.


OPINI

Urgensi Memahami Ilmu Hukum bagi Masyarakat

Dalam kehidupan bernegara yang demokratis dan beradab, hukum menjadi pilar utama yang mengatur tata tertib sosial, melindungi hak-hak individu, serta menjamin keadilan bagi semua warga negara. Namun, hukum tidak akan efektif tanpa adanya pemahaman yang memadai dari masyarakat sebagai subjek hukum. Oleh karena itu, memahami Ilmu Hukum bukanlah monopoli para sarjana atau praktisi hukum semata, melainkan merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh warga negara.

1.            Menghindari Pelanggaran karena Ketidaktahuan

Banyak pelanggaran hukum dalam masyarakat bukan disebabkan oleh niat jahat, tetapi oleh ketidaktahuan terhadap aturan yang berlaku. Pemahaman terhadap ilmu hukum—terutama hukum pidana, hukum perdata, dan hukum administrasi negara—dapat mencegah masyarakat terjerumus pada tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Prinsip “ignorantia legis non excusat” (ketidaktahuan terhadap hukum bukan alasan untuk membebaskan dari hukuman) menjadi dasar bahwa setiap warga negara wajib mengetahui hukum yang mengikatnya.

2.            Meningkatkan Kesadaran Kritis terhadap Hak dan Kewajiban

Ilmu hukum membekali masyarakat dengan pemahaman tentang hak-hak dasar yang dijamin konstitusi, seperti hak atas kebebasan berpendapat, hak mendapatkan keadilan, dan hak atas perlindungan hukum. Di saat yang sama, ilmu hukum juga mengajarkan pentingnya menunaikan kewajiban sebagai warga negara, seperti membayar pajak, menjaga ketertiban umum, dan menghormati hak orang lain. Masyarakat yang memahami hukum akan bersikap lebih adil, proporsional, dan tidak mudah terprovokasi.

3.            Mendorong Partisipasi Demokratis dan Kontrol Sosial

Pemahaman hukum membuka jalan bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi, seperti pemilu, advokasi kebijakan publik, atau pengawasan terhadap pejabat publik. Mereka mampu membedakan antara kebijakan yang sah secara hukum dan yang menyimpang dari prinsip-prinsip konstitusional. Ilmu hukum menjadi alat kontrol sosial yang kritis, membentengi masyarakat dari penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakadilan struktural.

4.            Memperkuat Budaya Hukum dalam Kehidupan Sehari-hari

Negara hukum (rechtsstaat) hanya bisa terwujud bila masyarakatnya menjunjung tinggi nilai-nilai hukum, seperti keadilan, kepastian, dan kemanfaatan. Dengan memahami ilmu hukum, masyarakat akan menjadi agen internalisasi budaya hukum, menciptakan lingkungan sosial yang sadar hukum sejak dari keluarga, sekolah, hingga komunitas lokal. Keadaban hukum hanya lahir dari masyarakat yang mempraktikkan hukum secara sadar dan sukarela, bukan semata karena takut akan sanksi.

5.            Menghadapi Kompleksitas Dunia Modern

Di era globalisasi dan digitalisasi, masalah hukum menjadi semakin kompleks: mulai dari transaksi elektronik, perlindungan data pribadi, hak kekayaan intelektual, hingga kejahatan siber. Pemahaman terhadap ilmu hukum menjadi bekal penting agar masyarakat mampu menyikapi perkembangan tersebut secara bijak, serta melindungi diri dari risiko hukum yang tersembunyi dalam berbagai aktivitas modern.


Penutup

Memahami ilmu hukum bukan sekadar upaya akademik, tetapi merupakan tanggung jawab sosial dan moral setiap warga negara. Hanya dengan masyarakat yang melek hukum, negara hukum yang demokratis, adil, dan beradab dapat benar-benar terwujud. Maka, sudah saatnya pendidikan hukum tidak hanya diajarkan di fakultas hukum, tetapi juga dibudayakan dalam sistem pendidikan dan kehidupan sosial secara luas.


KURIKULUM

Jurusan Ilmu Hukum


Daftar SKS (Satuan Kredit Semester) Ilmu Hukum


Semester 1 (18 SKS)

1)                 Pengantar Ilmu Hukum – 3 SKS

2)                 Pengantar Hukum Indonesia – 3 SKS

3)                 Ilmu Negara – 3 SKS

4)                 Pendidikan Pancasila – 2 SKS

5)                 Bahasa Indonesia Hukum – 2 SKS

6)                 Pengantar Ilmu Sosial – 2 SKS

7)                 Logika Hukum – 3 SKS


Semester 2 (20 SKS)

1)                 Hukum Tata Negara – 3 SKS

2)                 Hukum Administrasi Negara – 3 SKS

3)                 Hukum Internasional – 3 SKS

4)                 Hukum Perdata – 3 SKS

5)                 Hukum Pidana – 3 SKS

6)                 Pendidikan Kewarganegaraan – 2 SKS

7)                 Bahasa Inggris Hukum – 3 SKS


Semester 3 (20 SKS)

1)                 Hukum Acara Perdata – 3 SKS

2)                 Hukum Acara Pidana – 3 SKS

3)                 Hukum Islam – 3 SKS

4)                 Hukum Dagang – 3 SKS

5)                 Hukum Pajak – 3 SKS

6)                 Sosiologi Hukum – 3 SKS

7)                 Filsafat Hukum – 2 SKS


Semester 4 (18 SKS)

1)                 Hukum Agraria – 3 SKS

2)                 Hukum Ketenagakerjaan – 2 SKS

3)                 Hukum Lingkungan – 2 SKS

4)                 Hukum Perbankan – 2 SKS

5)                 Hukum dan HAM – 3 SKS

6)                 Metode Penelitian Hukum – 3 SKS

7)                 Hukum Adat – 3 SKS


Semester 5 (18 SKS)

1)                 Hukum Waris – 2 SKS

2)                 Hukum Perlindungan Konsumen – 2 SKS

3)                 Hukum Perusahaan – 3 SKS

4)                 Hukum Perikatan – 3 SKS

5)                 Hukum Pembuktian – 2 SKS

6)                 Etika Profesi Hukum – 2 SKS

7)                 Mata Kuliah Pilihan 1 – 2 SKS

8)                 Mata Kuliah Pilihan 2 – 2 SKS


Semester 6 (18 SKS)

1)                 Hukum Acara Mahkamah Konstitusi – 2 SKS

2)                 Hukum Acara PTUN – 2 SKS

3)                 Hukum Perdata Internasional – 2 SKS

4)                 Hukum Pidana Khusus – 2 SKS

5)                 Hukum Informatika dan Siber – 2 SKS

6)                 Mata Kuliah Pilihan 3 – 3 SKS

7)                 Mata Kuliah Pilihan 4 – 3 SKS

8)                 Kuliah Kerja Nyata (KKN) – 2 SKS


Semester 7 (12 SKS)

1)                 Praktik Peradilan Semu (Moot Court) – 3 SKS

2)                 Magang/PKL di Lembaga Hukum – 3 SKS

3)                 Mata Kuliah Pilihan 5 – 3 SKS

4)                 Mata Kuliah Pilihan 6 – 3 SKS


Semester 8 (10 SKS)

1)                 Seminar Proposal Skripsi – 2 SKS

2)                 Skripsi – 6 SKS

3)                 Ujian Komprehensif – 2 SKS


Contoh Mata Kuliah Pilihan (Pilih 4–6 SKS/semester di Semester 5–7)

·                    Hukum Laut

·                    Hukum Ruang Angkasa

·                    Hukum Penyiaran dan Media

·                    Hukum Kekayaan Intelektual

·                    Hukum Gender dan Anak

·                    Hukum Kesehatan

·                    Hukum Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa

·                    Hukum Humaniter Internasional

·                    Hukum Pemilu dan Partai Politik

·                    Studi Kasus Hukum Kontemporer


KURIKULUM

Jurusan Ilmu Hukum


Daftar SKS (Satuan Kredit Semester) Ilmu Hukum Islam


Semester I (± 20 SKS) – Fondasi Keilmuan

1)                 Pendidikan Pancasila – 2 SKS

2)                 Pendidikan Kewarganegaraan – 2 SKS

3)                 Bahasa Indonesia – 2 SKS

4)                 Bahasa Arab Dasar – 3 SKS

5)                 Bahasa Inggris Dasar – 2 SKS

6)                 Pengantar Studi Islam – 2 SKS

7)                 Ulumul Qur’an – 2 SKS

8)                 Ulumul Hadis – 2 SKS

9)                 Pengantar Ilmu Hukum – 3 SKS


Semester II (± 20 SKS) – Dasar Normatif dan Metodologis

1)                 Bahasa Arab Lanjutan – 3 SKS

2)                 Bahasa Inggris Akademik – 2 SKS

3)                 Ilmu Fiqh – 3 SKS

4)                 Ushul Fiqh I – 3 SKS

5)                 Qawa’id Fiqhiyyah – 2 SKS

6)                 Sejarah Hukum Islam – 2 SKS

7)                 Logika dan Filsafat Hukum – 3 SKS

8)                 Metodologi Studi Islam – 2 SKS


Semester III (± 21 SKS) – Inti Ilmu Hukum Islam

1)                 Ushul Fiqh II – 3 SKS

2)                 Fiqh Ibadah – 3 SKS

3)                 Fiqh Muamalah – 3 SKS

4)                 Fiqh Munakahat – 3 SKS

5)                 Tafsir Ayat-Ayat Hukum – 3 SKS

6)                 Hadis-Hadis Hukum – 3 SKS

7)                 Pengantar Hukum Positif Indonesia – 3 SKS


Semester IV (± 21 SKS) – Aplikasi dan Perbandingan

1)                 Fiqh Jinayah – 3 SKS

2)                 Fiqh Siyasah – 3 SKS

3)                 Fiqh Mawaris – 3 SKS

4)                 Perbandingan Mazhab Fiqh – 3 SKS

5)                 Kaidah Ushuliyyah – 2 SKS

6)                 Sosiologi Hukum Islam – 3 SKS

7)                 Metodologi Penelitian Hukum – 3 SKS


Semester V (± 21 SKS) – Integrasi Hukum Islam dan Negara

1)                 Hukum Keluarga Islam di Indonesia – 3 SKS

2)                 Hukum Pidana Islam dan Relevansinya – 3 SKS

3)                 Hukum Ekonomi Syariah – 3 SKS

4)                 Hukum Acara Peradilan Agama – 3 SKS

5)                 Politik Hukum Islam – 3 SKS

6)                 Hermeneutika Hukum Islam – 3 SKS

7)                 Penulisan Karya Ilmiah – 2 SKS


Semester VI (± 21 SKS) – Pendalaman dan Isu Kontemporer

1)                 Fiqh Kontemporer – 3 SKS

2)                 Hak Asasi Manusia dan Hukum Islam – 3 SKS

3)                 Gender dan Hukum Islam – 3 SKS

4)                 Perbandingan Hukum Islam dan Barat – 3 SKS

5)                 Etika Profesi Hukum – 2 SKS

6)                 Statistik Sosial/Hukum – 2 SKS

7)                 Seminar Proposal Skripsi – 3 SKS


Semester VII (± 18 SKS) – Praktik Akademik

1)                 Kuliah Kerja Nyata (KKN) – 4 SKS

2)                 Praktik Peradilan Agama (PPL/Magang) – 4 SKS

3)                 Studi Kasus Hukum Islam – 3 SKS

4)                 Hukum Islam dan Resolusi Konflik – 3 SKS

5)                 Pilihan Konsentrasi (1–2 MK) – 4 SKS


Semester VIII (± 6 SKS) – Tugas Akhir

1)                 Skripsi – 6 SKS


Catatan Akademik

·                     Struktur ini bersifat terbuka dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan lokal, visi keilmuan kampus, serta perkembangan hukum Islam kontemporer.

·                     Konsentrasi dapat diarahkan pada:

Ahwal Syakhshiyyah, Jinayah, Siyasah, Muamalah, atau Perbandingan Mazhab.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar